Iklan

https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhrD7yx-DdJE6SBDqIT7yYDbFn8AyQ1qCVF6DMmDJMwOGKECtRYGVfcKtttbMd0Ot8qhWSfdv-UHaStsH7PUTdAba0tAq0_Y1z3B7Su3LM7_IUY9t2IvXt5Jn4w6_VGCJTb3iW3KBzB6745tc_-1sTHRX9mW1mAUjYRkq4u8z9OIwDjeJDLBY-MoRRZ=s1600

Iklan

https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhrD7yx-DdJE6SBDqIT7yYDbFn8AyQ1qCVF6DMmDJMwOGKECtRYGVfcKtttbMd0Ot8qhWSfdv-UHaStsH7PUTdAba0tAq0_Y1z3B7Su3LM7_IUY9t2IvXt5Jn4w6_VGCJTb3iW3KBzB6745tc_-1sTHRX9mW1mAUjYRkq4u8z9OIwDjeJDLBY-MoRRZ=s1600
,

Iklan

Kejutan di Sukodono-Taman, 4 Petahana Terancam Terkudeta

Tuesday, February 20, 2024, February 20, 2024 WIB Last Updated 2024-02-20T14:34:55Z

 

Rekapitulasi hasil pemungutan suara di Kantor Kecamatan Sukodono.


DNN, SIDOARJO – Diperkirakan akan terjadi sedikit kejutan di Dapil Sidoarjo 5 dalam Pemilu legislatif kali ini. Yakni adanya empat orang incumbent yang terancam terkudeta dan masuknya tiga pemain baru di jajaran caleg peraih suara terbanyak.


“Di pemilu lalu, dapil ini punya kuota 9 kursi dan tahun ini hanya dijatah 8 kursi,” jelas Peneliti Institute Research of Public Developmen (IRPD), Nanang Haromain saat ditemui di sekretariatnya, Selasa (20/02/2024) pagi tadi. 


Berkurangnya jumlah alokasi kursi inilah yang menurutnya membuat persaingan di dapil yang meliputi Kecamatan Taman dan Sukodono itu jadi semakin ketat. Pasalnya satu petahana dipastikan tergusur sejak awal. Akibatnya terjadi saling sikat dan saling sikut antar caleg, bahkan dengan sesama kolega separpol. 


Namun secara umum, kursi DPRD Sidoarjo dari dapil ini masih tetap dipegang parpol ‘gajah’ seperti di Pemilu sebelumnya. Berdasarkan data terpercaya yang ia kumpulkan dari berbagai sumber, PKB masih jadi pemenang dengan perolehan dua kursi. 


“Sedangkan sisanya dibagi rata untuk Gerindra, PDI Perjuangan, PKS, Nasdem, PAN dan PPP,” kata Nanang. Itu berarti jatah kursi milik Partai Golkar diperkirakan bakal terlepas dari genggaman caleg incumbent, Thoriqul Huda. 


Data yang ada padanya menyebutkan, dua kursi PKB masih diduduki Sullamul Hadi Nurmawan dan Saifuddin Affandi. Pun demikian dengan porsi PDI Perjuangan yang tetap berada di genggaman Bambang Riyoko. Lalu jatah PKS juga masih jadi milik Vieke Widya Asroni, serta bertahannya Adhy Samsetyo sebagai penjaga panji-panji PAN di Sukodono-Taman.


“Menariknya disini. Ada tiga nama baru yang menggeser petahana. Mereka adalah Pratama Yudhiarto yang tampil sebagai suksesor Bashor (Gerindra-red). Lalu Zakaria Dimas Pratama yang mengalahkan dominasi Nur Hendriyanti Ningsih (Nasdem-red). Dan yang terakhir adalah Fitrotin Hasanah yang menggantikan posisi Umi Khaddah (PPP-red),” sebut Nanang.


Mantan Komisioner KPU Sidoarjo itu memberikan catatan khusus untuk Pratama dan juga Fitrotin. Pasalnya mesti pendatang baru di dunia politik praktis, namun pundi-pundi suara yang mereka kumpulkan terbilang cukup besar.


Para Petahana yang Terancam Terkudeta. (Dari kiri) Thoriqul Huda, H. Bashor, Umi Khaddah, Nur Hendiyanti Ningsih.


Jika mengacu pada data Sirekap KPU yang diakses pada Selasa pukul 04.04 wib pagi tadi, Pratama sukses menangguk sebanyak 6.468 suara dukungan masyarakat. Sedangkan Fitrotin berhasil mengoleksi 3.174 suara. Capaian ini jauh berada diatas perolehan para seniornya meski jumlah surat suara yang direkap baru mencapai 62%.


Nanang berasumsi, ada beberapa faktor yang mendukung prestasi pendatang-pendatang baru tersebut. Diantaranya dukungan keluarga mereka masing-masing yang dikenal punya jaringan yang cukup luas, kuat dan mengakar.


“Fitrotin adalah anggota keluarga besar YPM atau Yayasan Pendidikan Maarif Hasyim Latif. Mesin dari jalur pendidikan ini jelas punya basis massa yang sangat besar. Sedangkan Pratama didorong oleh faktor orang tuanya, Suud, seorang pengusaha bis yang punya kedekatan dengan tokoh-tokoh politik di Sidoarjo,” katanya.


Sementara Zakaria Dimas sukses menuai suara besar lantaran caleg nomer urut 8 itu dinilainya rajin turun ke bawah. “Dan yang tidak bisa dipungkiri adalah kedekatannya dengan lingkaran pendopo. Nempel terus ia lewat program-program Pemkab untuk masyarakat,” ujar Nanang.(sein/pram)

Iklan

https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiHrXgUblR7J64GKvwk21F1_y_jAnosYVe4N8WJS1ygEoiaQHoD6uC6hOFD7Lj7Nhylelg-_3ysD-haxn-VkxpCbGdWZuisXKGv8drTp8Tge5dE3Ar27KflCOTyCko8Gjr6zU6MGCjNEmRn8hoeQR8-XEVX3C3nRJbjghKk71eIgP6EJkJhm4jEp6V_=s1280

CV DELTA TOUR

https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEh5qCd9AeFn-lyqVbBcH8rTim07Ay_xbYd6AiaVSQnXSY57S_XnKzbeyqlcuFXemvK5Q0yU-umA4FaH8ThX1Gut8vyjVviRQMZvT9HCrdv9nnzHn8MimtwNQpLxE4onUfobXs_xamjsooT5dxxba72AfCEFlBwXUigoIlRAEIT4stnjHsqKI4Gsl0sa=s1280