-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ternyata, Dana Insentif RT-RW Kelurahan Memang Sudah Dianggarkan Sejak Lama

Friday, November 18, 2022 | November 18, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-11-18T07:09:13Z

 

Anggota Komisi A DPRD Sidoarjo, Tarkit Erdianto.



DNN, SIDOARJO – Dana Insentif untuk pengurus RT-RW di 31 Kelurahan di Kabupaten Sidoarjo ternyata memang sudah dialokasikan dalam Rencana Anggaran dan Belanja Daerah (RPABD) Sidoarjo 2023, termasuk di Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun depan. 


“Mestinya bupati nggak perlu ngomong kalau tahun depan akan memberikan insentif pada RT-RW di kelurahan dulu, karena itu memang sudah rutin dialokasikan dalam APBD Sidoarjo sejak bertahun-tahun yang lalu,” sebut anggota Komisi A DPRD Sidoarjo, Tarkit Erdianto.


Ia yang ditemui di ruang kerjanya, Kamis (17/11/2022) sore kemarin mengatakan nomenklatur dana tersebut selalu dimasukkan ke pos belanja kecamatan-kecamatan yang memiliki kelurahan. Diantaranya 14 Kelurahan di Kecamatan Sidoarjo, delapan di Kecamatan Taman, enam di Kecamatan Porong dan tiga kelurahan di Kecamatan Krian.


Kondisinya berbeda untuk RT-RW di lingkungan Desa yang memang belum dialokasikan di tahun anggaran 2023. “Tahapannya harus masuk ke KUA-PPAS 2023 dulu. Dan untuk desa memang belum ada sehingga tidak mungkin tiba-tiba dianggarkan dalam RAPBD tahun ini,” jelas legislator PDI Perjuangan tersebut.


Permasalahannya, KUA-PPAS itu sudah tidak mungkin lagi diutak-atik karena telah menjadi produk hukum berbentuk Perda. Dan jika kemudian ada pihak yang memaksakan hal itu, maka pasti ada konsekuensi hukum di belakangnya.


“Kalau yang sudah ada nomenklaturnya, ya bisa digerak-gerakkan sesuai kebutuhan. Artinya bisa ditambah ataupun dikurangi bahkan dihilangkan. Tetapi yang belum ada sudah tidak mungkin dimasukkan,” imbuh Tarkit.


Sementara itu Camat Krian, Ahmad Fauzi yang dihubungi melalui telepon selulernya, Jumat (18/11/2022) siang tadi mengatakan memang ada alokasi dana bagi RT-RW di Renja Kelurahan tahun 2023 yang diusulkan ke RAPBD Sidoarjo.


“Nilainya memang Rp 6 juta per tahun untuk setiap RT. Rinciannya, untuk dana Insentif sebesar Rp 2,4 juta atau Rp 200 ribu per bulan dipotong pajak. Biasanya ini disalurkan melalui nomer rekening Ketua RT masing-masing. Distribusinya bisa dilakukan setiap bulan atau per triwulan,” sebutnya.


Sedangkan yang Rp 3,6 juta sisanya berupa dana operasional yang dipakai untuk membiayai berbagai program kegiatan dan pembangunan di tingkat RT. Hanya saja uang itu tidak serta merta diberikan pada pengurus RT, namun harus berdasar pada Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang disusun Pemerintah Kelurahan.


“Kalau ada DPA-nya, barulah dananya disalurkan. Tapi kalau tidak ada, ya tidak. Begitu juga kalau ternyata DPA itu tidak terlaksana, maka dananya akan di-Silpa (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran-red)-kan kelurahan,” tambah Fauzi.


Sedangkan untuk pengurus RW, menurut Camat Krian, hanya akan mendapatkan dana Insentif sebesar Rp 200 ribu/bulan tersebut. “Setahu saya belum ada dana operasional untuk RW,” pungkasnya.


Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor mengatakan pihaknya tetap akan menyalurkan dana insentif RT-RW sebesar Rp 6 juta/tahun yang merupakan salah satu dari 17 program prioritasnya itu pada 2023. 


Hanya saja, dalam nota jawaban atas Pandangan Umum (PU) fraksi-fraksi DPRD Sidoarjo itu, Muhdlor menandaskan dana tersebut baru akan dikucurkan untuk RT-RW di wilayah Kelurahan. Sedangkan bagi wilayah 322 Desa, baru akan dialokasikan pada tahun anggaran 2024 mendatang.(pram/hans)