-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Komisi A Minta BKD Prioritaskan Pegawai Honorer Senior dalam Rekruitmen PPPK

Thursday, November 17, 2022 | November 17, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-11-17T10:46:35Z

 

Dhamroni (berpeci) bersama anggota Komisi A DPRD Sidoarjo lainnya.



DNN, SIDOARJO -  "Status PPPK itu sebenarnya adalah rewards atas pengabdian yang sudah diberikan oleh para tenaga honorer di lingkungan Pemkab Sidoarjo yang sudah mengabdi bertahun-tahun. Mestinya mereka yang lebih senior harus diprioritaskan."


Pernyataan itu disampaikan Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo, Dhamroni Chudlori terkait rencana perekrutan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)  yang akan segera digelar melalui mekanisme tes oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Dimana salah satu syaratnya, peserta harus sudah berpengalaman di bidangnya minimal dua tahun. 


"Disinilah letak masalahnya. Bisa jadi pegawai honorer yang sudah senior akan kalah bersaing dengan yuniornya dalam tes itu. Kalau begitu terus dimana letak azas keadilannya?," imbuh Dhamroni yang ditemui bersama anggota Komisi A lainnya di ruang kerjanya, Kamis (17/11/2022) sore tadi. 


Padahal selama masa pengabdiannya di instansi pemerintah itu mereka hanya digaji antara Rp 1,9 juta sampai Rp 2,4 juta setiap bulannya. 


Dhamroni menegaskan, problem semacam inilah yang seharusnya diformulasikan solusinya oleh BKD Sidoarjo. Misalnya dengan memberikan pelatihan secara khusus bagi honorer-honorer senior tersebut. "Berikan kesempatan pada mereka semacam Tryout supaya bisa lebih bersaing dengan anak-anak muda yang baru dia atau tiga tahun jadi pegawai honorer," tuturnya. 


Karena itu Komisi A akan memanggil Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berwenang, yakni BKD dan Bidang Organisasi untuk membicarakan masalah tersebut dalam forum Rapat Dengar Pendapat yang rencananya akan digelar Senin pekan depan. 


"Sekalian akan kita tanyakan jumlah tenaga honorer yang ada saat ini di setiap OPD. Soalnya sampai saat ini kita belum punya data itu," pungkasnya. 


Sebagai informasi, mulai tanggal 3 sampai 18 November ini, BKN membuka lowongan untuk 2.856 posisi PPPK di Sidoarjo. Rinciannya, 1.251 formasi tenaga guru, 1.398 orang tenaga kesehatan dan tenaga teknis sebanyak 207 formasi. 


Pelamar akan menjalani tes administrasi, tes tulis yang rencananya akan dilaksanakan pada Januari tahun depan. (pram/hans)