-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dinilai Ambigu Tangani Kasus Pengeroyokan, Polresta Sidoarjo Dilaporkan Ke Propam Polda Jatim

Friday, November 18, 2022 | November 18, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-11-18T14:42:01Z

 

M. Sholeh didampingi M. Saiful (kanan) dan Yosi Sagita (kiri) yang menjadi korban pengeroyokan oleh saingan bisnisnya.



DNN, SIDOARJO – Tim pengacara Yosi Sagita berencana mengirimkan surat ke Propam Polda Jatim supaya kasus penganiayaan dan pengeroyokan terhadap Direktur PT Arraya Berlian Perkasa itu ditarik ke Polda Jatim. Tujuannya agar penanganan kasus ini bisa lebih obyektif.


Ditemui usai mendampingi kliennya yang menjalani pemeriksaan di Polsek Buduran, Jumat (18/11/2022) siang tadi, Koordinator tim pengacara Yosi, Muhammad Sholeh SH mengatakan langkah itu mereka lakukan lantaran adanya kejanggalan-kejanggalan yang terjadi dalam proses penanganan kasus tersebut.


Diantaranya adalah keputusan Polresta Sidoarjo yang melimpahkan kasus itu ke Polsek Buduran. “Ada apa dengan Polresta Sidoarjo? Kasus pengeroyokan ini merupakan kasus atensi yang semestinya ditangani oleh satuan kepolisian setingkat Polres,” jelasnya.


Selain itu, tambah Sholeh, kasus semacam ini harusnya ditangani secara cepat. Yakni dengan segera memeriksa bahkan jika perlu menangkap Agus Nasroni dan kawan-kawannya, pelaku pengeroyokan yang menjadi saingan bisnis korban.


Iapun membandingkan kinerja Polsresta Sidoarjo dengan aksi Polrestabes Surabaya yang langsung bergerak memburu dan menangkap pelaku pemukulan terhadap seorang mahasiswa yang dilakukan dengan menggunakan tongkat baseball.


“Itupun hanya sekali mukul, tapi pelakunya segera dikejar hingga tertangkap di Semarang,” tambah pengacara yang pernah mencalonkan diri sebagai Walikota Surabaya itu. Sedangkan di kasus ini Polresta Sidoarjo sama sekali tak melakukan tindakan apapun terhadap pelaku dan malah melimpahkan proses penanganannya ke satuan kepolisian yang lebih rendah.


Karena itu Sholeh akan membawa kasus ini ke level yang lebih tinggi. “Senin besok suratnya akan kami layangkan. Propam juga harus memeriksa mulai dari tingkat Polresta Sidoarjo sampai tingkat penyidik di Polsek Buduran,” tandasnya.


Lebih lanjut ditambahkan, pihaknya punya cukup bukti terkait kasus ini. Misalnya video terkait aksi arogansi pelaku, termasuk saat Agus Nasroni melempar putung rokok pada orang-orang yang merekam kejadian tersebut di TKP.


“Soal bahwa terlapor membuat laporan balik yang seakan-akan ada penganiayaan, silahkan dibuktikan. Tetapi secara kasat mata, fakta di lapangan, yang dikeroyok, yang dipukul, yang dianiaya adalah klien kita,” pungkas Sholeh yang didampingi anggota tim pengacara, Muhammad Saiful dan korban.


Seperti diberitakan sebelumnya, Yosi Sagita mengalami penganiayaan di lahan proyek perumahan miliknya, di Desa Damarsi Kecamatan Buduran. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka di tangan sebelah kanan dan kakinya keseleo. Selain itu baju yang dipakainya robek di bagian depan. 


Pada hari itu juga, Selasa, 8 November 2022 lalu, kasus penganiayaan dan pengeroyokan tersebut langsung dilaporkan ke Mapolresta Sidoarjo.(hans/pram)