="" Tak Cuma Setoran ke Pemkab, PT ISS juga Sunat Gaji Jukir -->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tak Cuma Setoran ke Pemkab, PT ISS juga Sunat Gaji Jukir

Wednesday, September 21, 2022 | September 21, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-09-21T08:00:59Z
Para jukir PT ISS yang melakukan tugasnya di kompleks GOR Gelora Delta Sidoarjo.




DNN, SIDOARJO – Ternyata, PT Indonesia Sarana Service (ISS) tidak hanya ‘mengemplang’ pembayaran uang Imbal Jasa Kerjasama ke kas daerah sebagaimana sudah diatur dalam Perjanjian Kerjasama (PKS). Namun perusahaan itu juga menyunat gaji para jukir (jukir) yang mereka pekerjakan.

Beberapa jukir PT ISS yang ditemui di lokasi kerjanya masing-masing, Rabu (21/09/2022) sepakat mengatakan mereka hanya dijanjikan gaji sebesar Rp 1,5 juta setiap bulannya. Padahal dalam PKS yang ditandatangi Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) dan pimpinan PT ISS, khususnya di poin 2 huruf h jelas disebutkan perusahaan rekanan Pemkab Sidoarjo tersebut harus memberikan upah minimal dan hak ketenagakerjaan lainnya sebagaimana diatur pada peraturan Bupati no 1/2021. 

Yakni upah perbulan untuk lulusan SD-SMP sebesar Rp 2,35 juta, sedangkan untuk lulusan SMA digaji Rp 2,6 juta per bulan. Selain itu mereka juga berhak mendapatkan gaji ke 13 dan 14 plus iuran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

“Waktu pertama kali dikumpulkan, katanya mau digaji Rp 1,8 juta. Ada Pak Beny (Kepala Dishub-red) juga waktu ngomong gitu. Tapi dua hari setelah itu katanya hanya dibayar Rp 1,5 juta, soalnya dalam sebulan kami libur 4 hari. Jadi yang hari libur itu tidak dihitung,” jelas salah seorang jukir yang tak mau disebut namanya.

Soal BPJS kesehatan dan juga BPJS ketenagakerjaan yang menjadi haknya, sumber tadi mengatakan sama sekali tidak tahu. “Nggak pernah ngomong soal itu. Dan sampai sekarang saya juga nggak dapat kartu (BPJS-red)-nya,” tambah sumber tadi.

Sementara itu beberapa jukir PT ISS yang bertugas di GOR Gelora Delta Sidoarjo mengaku kerap mendapat protes dari masyarakat. Rata-rata warga mengaku kaget ketika diminta membayar retribusi parkir begitu memasuki areal sarana olahraga tersebut.
“Dulu, baru kalau orang mau berenang atau masuk GOR basket atau sepakbola saja yang baru ditarik parkir. Sekarang, lewat portal ya harus bayar,” ujarnya lagi. 

Ia sendiri mengaku sebagai ‘orang lama’ yang menangani parkir di GOR. Dari 26 jukir yang sebelumnya mengais nafkah disana, hanya 13 orang saja yang direkrut PT ISS.

Terkait hal itu, Direktur Operasional PT ISS, Dian Sucipto yang dihubungi beberapa waktu mengakui hal tersebut. Ia berdalih patokan gaji itu diberikan selama masa training para jukir tersebut selama 3 bulan pertama.(hans/pram)

×
Berita Terbaru Update